Minggu, 17 Juni 2012

Budaya yang Menghilang


Nama : Arum Kusuma Wardani
Kelas : 1IA12

Kebudayaan adalah icon, atau ciri khas dari suatu bangsa (Jati diri suatu bangsa). Budaya mempunyai nilai yang sangat penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan perilaku dari bangsa tersebut. Setiap suku atau bangsa di dunia mempunyai batas – batasan atau perilaku yang diakuinya terpuji, mulai dari bahasa, cara berpakaian, cara berbicara, cara berfikir, dan perilaku lainnya. Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang apa saja kebudayaan yang kian kemari kian menghilang.

      1.       Cium Tangan kepada Orang Tua
Hal yang dianggap kecil atau sepele, yang di abaikan oleh anak – anak jaman sekarang. Perilaku ini adalah sebagai cara untuk menanamkan rasa cinta kasih orang tua kepada kita, Cium tangan juga sebagai tanda hormat dan terima kasih kita kepada orang tua. Setiap kita mencium tangan orang tua , maka dengan begitu restu di setiap langkah dari orang tua juga mewarnai hari kita. Apakah perilaku ini patut di dibiarkan hilang?

      2.       Penggunaan tangan kanan
Budaya di Indonesia sejak dulu adalah terbiasa berjabat tangan , memberikan barang, atau makan menggunakan tangan kanan. Sejak kecil anak – anak di Indonesia di didik dan di ajari bahwa tangan kanan adalah tangan yang lebih sopan dari dapa tangan kiri, Tapi sekarang sekarang ini, anak muda lebih tidak memikirkan dengan apa mereka memberikan barang dan dengan siapa mereka memberikan barang itu, dengan sengaja atau tidak sengaja menggunakan tangan kiri, untuk memberika barang kepada orang lain. Kecuali bagi orang yang kidal.

      3.       Senyum dan Sapaan
Dulu citra bangsa negara Indonesia identik dengan ramah tamah dan murah senyum, dengan beramah tamah maka akan menambah keakraban dengan individu individu yang berada di sekitar kita. Murah senyum juga dapat menguntungkan bagi diri kita sendiri, menghilangkan setres dan senyum adalah ibadah.

      4.       Musyawarah
Budaya yang satu ini sudah jarang kita temui khususnya di kota – kota besar , misalnya Jakarta. Sebagian besar penduduk di kota besar menomor satukan ego nya masing – masing, guna memarekan hal – hal yang tidak begitu penting, ingin menjadi pemimpin dari suatu kelompok atau bahkan main hakim sendiri. Mereka saling menjatuhkan satu sama lain, tidak mau kalah dalam soal pendapat dan hal – hal lainnya. Berbeda sekali di daerah pedesaan yang masih menggunakan budaya Musyawarah ini, mereka hidup lebih tentram , lebih nyaman dan saling percaya , tidak ada yang saling menyikut atau menjatuhkan individu yang lainnya. Semua perbedaan di selesaikan dengan cara Musyawarah yang mufakat.

      5.       Gotong Royong
Di perumahan – perumahan, gotong royong sudah sangat hilang, mereka berfikir dengan membayar seseorang maka permasalah lingkungan disekitarnya dapat terselesaikan tanpa waktu yang terbuang sia – sia. Sebenarnya jalan pikir itu adalah jalan pikiran orang budaya barat, yang serba individual. Mereka merasa bisa menanganinya sendiri tanpa harus mengerjakan bersama – sama dengan tetangga tetangga atau dengan penduduk sekitarnya. Mereka juga acuh terhadap keadaan di sekelilingnya, tidak mau tahu dengan permasalahan atau kesulitan yang di hadapi oleh orang – orang di sekitarnya. Oleh karena itu tanamkan lah pada diri kita untuk peduli dengan ikhlas kepada orang – orang di sekeliling kita.

Itu lah beberapa budaya yang mulai hilang karna adanya globalisasi atau pengaruh – pengaruh yang kurang baik. Budaya – budaya ini mencerminkan jati diri Indonesia sebagai negara yang baik, maka Lestarikanlah Budaya ini.

http://www.gunadarma.ac.id

Referensi :
http://www.beritaunik.net/entertainment/5-kebudayaan-indonesia-yang-mulai-hilang.html

0 komentar:

Poskan Komentar