Senin, 02 April 2012

Kebudayaan Merokok



Kebudayaan merupakan sikap sikap yang diterima oleh masyarakat sekitar. Jika menjadi suatu kebudayaan maka, sudah pasti kebudayaan itu sesuai dengan motto atau jalan pikiran dari masyarakat yang menganut kebudayaan tersebut. Untuk pembahasan kali ini saya akan meneropong kepada sikap yang sangat terlihat dan sering terlihat di sekeliling kita, yaitu kebudayaan merokok.
Saya adalah mahasiswa yang terlahir dari keluarga yang tidak mengkonsumsi rokok, oleh karna itu saya tidak terbiasa dengan menghirup asap rokok. Entah mengapa budaya merokok ini sudah merajalela di berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Laki – laki maupun perempuan, dari Orang kaya sampai orang miskin, dari Tua sampai yang muda. Yang saya yakini, mereka yang merokok, berarti budaya merokok itu cocok dengan jalan pikirannya. Banyak alasan mengapa orang tersebut merokok, yang saya temui orang yang merokok disebabkan oleh depresi, mereka berfikir bahwa dengan merokok mereka merasa tenang, padahal nantinya mereka akan mengalami ketagihan akan rokok tersebut, lalu kebudayaan merokok sangat erat dengan ‘Gaya’, mereka menganggap dengan merokok mereka akan lebih mudah untuk bergaul, terlihat gaya dan tidak cupu. Padahal tidak ada hubungannya gaul, atau gaya dengan merokok. Bahkan itu sangat tidak sehat untuk organ organ yang ada di tubuhnya. Bahkan dengan merokok, orang – orang akan lebih mementingkan untuk membeli rokok dari pada membeli makan untuk keluarganya yang sekiranya tidak bisa makan. Mereka lebih memilih untuk menjalani kebudayaan hambur dan boros membeli barang yang begitu saja hilang tanpa ada kegunaan yang bersifat primer. Dengan sikap yang boros mereka akan terdidik dengan kebudayaan konsumtif, tanpa peduli dengan penderitaan sekitarnya. Dimulai dari kebudayaan yang kurang baik maka akan menghasilkan individu yang tidak baik di kedepannya.
Kehilangan sikap mencintai ilmu budaya dasar, adalah penyebab utama dari kebudayaan buruk ini. Jalan pikiran mereka mulai melenceng seiring terlupakannya sikap – sikap asli orang timur dan mulai tergeser dengan jalan pikiran dan sikap – sikap orang barat. Kita harus merasa tidak suka, menolak keras dan tidak sefikiran dengan kebudayaan – kebudayaan luar yang sekiranya memang tidak baik untuk dikembangkan di era ini.
 Tidak seluruh sikap – sikap dan jalan pikiran orang barat itu melenceng dan tidak baik untuk diikuti. Pemikiran kritis serta pemikiran yang jauh lebih ke depan, sangat baik untuk dicontoh. 

1 komentar:

  1. kawan, karena kita sudah mulai memasuki mata kuliah softskill akan lebih baik jika blog ini disisipkan link Universitas Gunadarma yaitu www.gunadarma.ac.id yang merupakan identitas kita sebagai mahasiswa di Universitas Gunadarma juga sebagai salah satu kriteria penilaian mata kuliah soft skill.. terima kasih :)

    BalasHapus