Sabtu, 21 April 2012

Budaya Politik


Nama : Arum Kusuma Wardani
NPM : 51411207
Kelas : 1 IA 12

Menurut G. A. Almond dan S. Verba : Sikap orientasi warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya, dan sikap terhadap peranan warga negara di dalam sistem itu.
Menurut Mochtar Masoed dan Colin MacAndrews : Sikap dan orientasi warga suatu negara terhadap kehidupan pemerintahan negara dan politiknya.
Menurut Almond dan Powell : Suatu konsep yang terdiri dari sikap, keyakinan, nilai - nilai dan ketrampilan yang sedang berlaku bagi seluruh anggota masyarakat, termasuk pola - pola kecenderungan khusus serta pola - pola kebiasaan yang terdapat pada kelompok - kelompok dalam masyarakat.
Budaya Politik yang terlihat di Indonesia saat ini adalah, Untuk dipilih oleh rakyat mereka berusaha mencari perhatian seluruh rakyat Indonesia dengan memberikan sumbangan secara terang – terangan, memberikan pelayanan yang sengaja diliput media agar terlihat, menutarakan banyak janji – janji yang entah akan di lakukan atau ditak ketika mereka bersanding sebagai bagian dari kepemerintahan di Indonesia. Berbuat curang, entah bagaimana caranya sehingga bisa saja meraka yang tiba – tiba menang atas hak suara di suatu bagian tertentu.
Dan nantinya ketika mereka menjadi suatu bagian tertentu itu, belum tentu mereka menjalankan janji janji mereka, bahkan sikap mereka berubah seratus delapan puluh derajat dengan sikap mereka sebelum naik menjadi bagian yang mereka inginkan. Mereka langsung menjadi pribadi atau segerombolan orang yang tidak pernah melihat bagaimana nasih dari bawahannya, mereka mementingkan kepentingannya sendiri, hinggal rakyat menyesal telah memberikan suaranya kepada individu yang satu itu.
Indonesia menganut budaya politik yang bersifat parokial-kaula di satu pihak dan budaya politik partisipan di pihak lain. Sikap ikatan primodalisme masih sangat mengakar dalam masyarakat Indonesia. Masih kuatnya paternalisme dalam budaya politik Indonesia. Pada kenyataannya budaya politik di Indonesia adalah politik jual beli, atau biasa di sebut dengan Money Politic. Tujuan yang pada awalnya diperuntuk untuk kepentingan umum ( rakyat dalam hal ini ) menjadi kepentingan grup atau yang lebih parahnya untuk kepentingan pribadi. Mereka mengambil hak – hak rakyat yang dikumpul kan dalam bentuk uang dan digunakan untuk dirinya sendiri.Pengambilan keputusan dan kebijakan tidak lagi dipertimbangkan dari pandangan kondisi rakyat yang ada di lapangan ( di kenyataannya ), tetapi pertimbangan kebijakan – kebijakan ini selalu berdasarkan keuntungan atau kerugian bagi suatu kelompok tertentu yang memiliki tujuan untuk menimbun kekayaan melalui posisi jabatan yang mereka miliki. 

Referensi :
kusdiyono.files.wordpress.com/2010/09/budaya-politik-utk-print.ppt

0 komentar:

Poskan Komentar