Sabtu, 06 Agustus 2011

Still about Remember when

Di novel ini banyak banget kalimat-kalimat yang menurut gw bagus maknanya dan gw setuju dengan setiap kata-katanya..
Okay, read this one :)
  1. "Kenapa ya, orang-orang yang kita sayang harus pergi begitu cepat?" Tiba-tiba, Adrian bicara. "Kenapa, hidup enggak bisa adem-ayem? Kenapa bahagia enggak bisa berlanjut lama?" . Aku mengamati hujan yang masih turun dengan derasnya. Titik-titik air yang riuh mengacaukan kesepian kami. "Kita jadi takut merasakan bahagia karena kalau terlalu bahagia, suatu saat semua itu bisa hilang dan menjadikan kita hampa."
  2. Air dan Minyak. Tidak larut, tetapi saling menemani.
  3. Terkadang, aku berharap dapat membaca hati orang. Melongok ke dalam sanubari mereka, membaca apa yang tertulis disana. Menghirup dalam-dalam keraguan mereka, mengecap asa yang tidak diucapkan, dan menggali alasan di setiap debar perasaan mereka.
  4. Indah. Karena dia istimewa.
  5. Freya menatapku bingung, tapi lalu tersenyum lembut. "Masih masalah yang sama?". Aku mengangguk khawatir, panik, seolah dia akan pergi kapan saja dia mau, tanpa aku ketahui.
  6. "Bayangin perasaan gia",bisiknya pelan. "Dia sayang sama lo, tapi tiba-tiba diputusin sepihak karena lo ketemu orang lain dan perasaan lo berubah. Pikirkan Moses, yang susah payah berusaha demi gue, orang paling baik yang pernah gue kenal. dan ternyata pacarnya jatuh cinta dengan sahabatnya sendiri. Orang yang udah dia anggep saudara." Lalu,"Kita gak boleh egois,ian." Gue menghela nafas,berat. Apa yang dikatakan Freya memang ada benarnya; tapi segala sesuatu memiliki dua sisi. Gue bukan orang yang bisa berpura-pura. "Apa itu lebih baik daripada pacaran tanpa rasa sayang? Hanya status semata? Baik Gia maupun Moses nggak pantes dibohongin,Freya. Mereka terlalu berharga untuk nggak tahu yang sebenarnya."
  7. Aku punya begitu banyak pertanyaan. Apa yang telah mereka lakukan di belakangku? Apa yang selama ini direncanakan Adrian? Apa Freya juga menyukai Adrian? Aku ingin menutup telinga rapat-rapat, tetapi suara itu terus bergema. Dugaan-dugaan rancu membuatku kian kalut.
  8. Aku menatapnya, mencari-cari jejak kebohongan yang mungkin bersembunyi di balik kelam hitam bola matanya. Mencurigainya sepenuh hati, memperhatikan bahasa tubuhnya yang mungkin dapat manguak yang sesungguhnya. Aku nggak tahu apa dia sedang berbohong padaku atau sedang berkata jujur. Bukannya aku nggak mau percaya...aku takut percaya.
  9. Gia duduk diam di depan kanvas, mengenakan kaus putih hasil lukisan gue. Waktu anniversary pertama, kamu masing-masing melukis di atas sehelai kaus putih sebagai kado untuk satu sama lain. Lukisannya indah-wajah gue digambarnya dengan begitu sempurna. Sementara karya gue acak-acakan, bentuk yang mnyerupai seorang gadis dengan gaun merah dan senyuman lebar, tapi Gia bilang itu lukisan terindah yang pernah dia lihat. Kini dia memakai kaus itu lagi, kali ini dengan muka habis menangis.
  10. "Perubahan hati itu lo anggap sebagai masalah kecil,kan? Segala sesuatunya selalu lo lakukan seenaknya. Lo pernah mikir konsekuensinya sebelum bertindak?"
  11. "Dia butuh gue, tapi hatinya bukan buat gue. Mungkin gue bisa pacaran sama dia, tapi perasaannya nggak akan pernah jadi milik gue. Lebih baik gue lepasin dia."
  12. But i'm just a girl, standing in front of a boy. Asking him to love her
  13. "When you make decisions, you deal with consequences. Kamu memberikan segalanya untuk Adrian dengan tulus, jadi jangan mengharapkan timbal baliknya. Don't blame it on him. Don't expect anything in return."
  14. "Being able to live with or without someone is just a matter of perspective."
  15. "Anggia,as women,we need to protect ourselves from getting hurt. But sometimes hurt is inevitable that we just have to deal with it."


0 komentar:

Poskan Komentar